Senin, 16 September 2013

Perubahan perilaku itu ternyata proses belajar

Saya termasuk orang yang sulit untuk menolak permintaan orang lain, ketika permintaan itu bisa saya penuhi sebenarnya tidak terlalu masalah bagi saya, namun ketika saya tidak nyaman dengan permintaan itu maka saya akan cenderung menghindar. Pernah suatu hari, di awal saya tinggal di kos-kosan, teman satu kos saya meminta izin agar ia dan beberapa temannya menginap di kamar saya karena kebetulan ada tugas mendesak yang mengharuskan teman-temannya menginap di kos-kosan kami. Saya yang masih kurang mengenal mereka sebenarnya merasa terganggu dengan keadaan ini, saya menolak sebenarnya tapi teman ini memaksakannya dan saya tidak dapat berkata apa-apa lagi. Hal yang sama juga pernah terjadi ketika teman sekos ini mengirimkan sms yang isinya adalah menyuruh saya meminta ijin kepada ibu kos agar teman-temannya menginap di tempat ibu kos saya. Setiap kedatangannya ke kamar saya atau setiap pesan yang dikirimkan kepada saya mengandung permintaan yang terkadang sulit untuk saya lakukan atau sulit saya terima. Setelah hampir sebulan mengalami hal tersebut saya selalu berusaha menghindar dari teman kos saya ini. Biasanya ketika saya disms , saya tidak akan mengkonfirmasi permintaannya, dan ketika bertemu saya akan berkata tidak ada pulsa. Ketika ditelepon saya tidak akan mengangkatnya. Atau ketika di malam hari ia datang mengetok pintu kamar saya, maka saya akan pura-pura tertidur nyenyak. Sejujurnya saya tidak nyaman dengan semua ini, saya tidak tega ketika harus terus menghindarinya. Tapi perilaku menghindar itu terkadang muncul secara refleks, terlepas dari tujuannya menelepon saya atau datang ke kamar saya.
Mengapa akhirnya saya bisa bertindak seperti itu ya? Bersyukurlah saya mempelajari ilmu psikologi. Selama masa adaptasi saya dengan kos baru sebenarnya saya mengalami proses belajar. Salah satunya adalah belajar untuk menghindar dari teman kos tersebut. terdapat beberapa teori belajar awal yang bisa dijelaskan. Salah satunya adalah pengkondisian klasik yang dilakukan oleh pavlov. Pengkondisian klasik termasuk bagian dari  aliran behaviorisme. Tiga asumsi dasar tentang belajar menurut aliran behaviorisme adalah:
1.      Yang menjadi fokus studi seharusnya adalah perilaku yang dapat diamati, bukn kejadian mental internal
2.      Perilaku harus dipelajari melalui elemennya yang paling sederhana
3.      Proses belajar adalah perubahan behavioral
Suatu respon lahir dari sebuah stumulus tertentu. kembali ke pertanyaan awal saya,mengapa saya menghindar dari teman kos tentu karena ada stimulus. Saya akan mencoba melihat asosiasi antara “teman” dan “menghindar” melalui teori pavlov tentang pengkondisian klasik. Berikut penjelasannya:
Dalam pengkondisian klasik ada 3 tahap yang terjadi, yaitu tahap alamiah, tahap belajar dan  tahap dikondisikan
Tahap alamiah : respon netral saya terhadap permintaan tidak menyenangkan adalah menghindar
Tahap belajar: kehadiran teman sekos yang disertai dengan permintaan tidak menyenangkan membuat saya menghindar
Tahap dikondisikan: kehadiran teman sekos membuat saya menghindar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar