Sabtu, 12 Mei 2012

Blended learning



Hari jumat , 11 Mei 2012  kami mencoba mengikuti perkuliahan menggunakan blended learning. Ini adalah pertama kalinya bagi saya dan pertama kalinya kami lakukan selama kami kuliah.  Saya menikmati perkuliahan ini. Pada awalnya memang terasa sulit , namun dengan beberapa latihan sebelumnya kami jadi lebih menikmati perkuliahan ini. Meski belum berjalan dengan lancar di kelas, namun pembelajaran ini cukup memberi  pengalaman baru yang menyenangkan.  Dalam blended learning , kita dipertemukan di dalam satu room chat, yang menjadi tempat untuk berdiskusi. Namun sepertinya masalah koneksicukup mempengaruhi. Lambatnya koneksi membuat beberapa dari kami harus keluar dari roomchat. Saya berharap lewat pengalaman semalam kami banyak belajar sehingga kedepan penggunaan blended learning dapat berjalan lebih lancar.
Resume hasil diskusi
Blended learning didasarkan pada metode e-learning.  Menurut william Horton , e – learning adalah penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk belajar. Sama seperti pada e-learning  blended learning juga mengikutsertakan teknologi informasi dan komputer dalam belajar. Komputer dan teknologi adalah media utama dalam blended learning.  e-learning adalah metode pembelajaran modern sedangkan blended learning merupakan pencampuran antara modern dan tradisional. Pengertiian ini juga diungkapkan oleh Graham , menurutnya ada 3 definisi yang paling sering digunakan untuk blended learning , yaitu : defenisi yang mengkombinasikanberbagai modalitas media pembelajaran,defenisi yang mengkombinsikan berbagai metode pembelajaran dan defenisi yang mengkombinasikan belajar online dan face to face. Blended learning pada dasarnya adalah metode pembelajaran modern , dimana metode ini telah menggunakan komputer dan teknologi informasi , namun penggunaan blended learning ini memungkinkan kita untuk tetap mampu berinteraksi dengan teman seolah kita ada di dalam sebuah pertemuan di kelas. Menurut saya penggunaan learning ini memberi kita banyak manfaat, belajar dan diskusi dapat tetap dilaksanakan walau mungkin waktu dan kondisi untuk menghadiri kelas tidak memungkinkan. Namun butuh pemahaman lebih lagi dalam penggunaannya sehingga hal-hal seperti  gangguan koneksi dapat lebih diantisipasi.

READ MORE

Kamis, 03 Mei 2012

Children with disabilities



Anak yang mengalami keterbatasan merupakan istilah yang digunakan pada mereka yang mengalami gangguan. Istilah ini sedikit berbeda dengan istilah “disable children” (anak cacat). Istilah children wits disabilities lebih menekankan keberadaan seseorang sebagai anak sementara istilah “disable children “ seperti lebih menekankan pada keadaan anak yang cacat. Anak dengan kebutuhan khusus termasuk pelajar yang tidak biasa. keadaan fisik tentu sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar. Mereka  yang mengalami keterbatasan membutuhkan metode khusus untuk belajar. Adapun beberapa keadaan yang membuat seseorang  mengalami ganguan dalam belajar adalah :
1.       Gangguan indra
Gangguan ini dapat berupa gangguan penglihatan atau juga pendengaran. Pada umumnya seorang anak belajar dengan cara melihat dan mendengar, namun pada anak seperti ini mereka butuh  perlakuan tertentu untuk memahami sesuatu , seperti penggunaan huruf braille misalnya untuk mereka yang mengalami gangguan penglihatan.
2.       Gangguan fisik
Gangguan ini dapat berupa gangguan ortopedik ,seperti cerebral palsy dan gangguan kejang-kejang. Biasanya seorang anak dengan gangguan seperti ini kurang mampu mengontrol kemampuan sensorimotornya , sehinggan biasanya akan mengalami kesulitan dalam menulis.
3.       Retredasi mental
Seseorang yang mengalami retredasi mental adalah mereka yang memiliki tingkat kecerdasan rendah. Retredasi mental memiliki tingkatan mulai dari yang rendah hingga parah, yang dilihat dari nilai – IQ nya. Seseorang yang mengalami retredasi mental biasanya memiliki IQ dibawah 70.
4.       Gangguan bicara dan bahasa
Seseorang dengan gangguan ini biasanya mengalami masalah dalam hal berbicara. Gangguan ini dapat berupa gangguan artikulasi,gangguan suara, gangguan kefasihan dan gangguan bahasa (reseptif dan ekspresif.
5.       Ketidakmampuan belajar
Ketidakmampuan dimana anak punya intelegensi normal atau di atas rata-rata,kesulitan setidaknya dalam satu atau lebih mata pelajaran, dan tidak punya problem(gangguan) yang menyebabkan kesulitan belajar itu.
6.       ADHD(attention deficit hyperactivity disorder
Bentuk ketidakmampuan anak berupa kurang perhatian , hiperaktif dan impulsif. Seorang anak yang menderita ADHD bisa saja mengalami kurang perhatian saja, bisa juga bermasalh hiperaktif atau implusif atau bermasalah dengan ketiga ciri tersebut.
7.       Gangguan perilaku dan emosional
Gangguan yang berkaitan dengan agresi , depresi , ketakutan yang berkaitan dengan persoalan pribadi atau sekolah dan juga berhubungan dengan karakteristik sosio- emosional.

Semua gangguan diatas dapat membatasi kemampuan anak. Namun bukan berarti anak dengan keterbatasan tidak mampu belajar , mereka juga butuh dan perlu pengajaran dan pendidikan.  Yang membuat mereka berbeda dengan anak biasa adalah mereka butuh fasilitas khusus , metode khusus dan kebutuhan itulah yang harus dipahami dan diberikan pengajar terhadap mereka  - child with disabilities.
READ MORE