Jumat, 08 Juni 2012

Simulasi Pedagogi dan Andragogi dalam kelas Pendidikan.



Tugas kelompok :  Edberg winson (11046),Tia Nahara(11074), RahelMarisa Saragih(11092),Fitri Rahayu Silaen(11122)

                Dalam kelas Psikologi pendidikan tadi pagi , kami melakukan simulasi tentang pedagogi dan andragogi. Membedakan keduanya melalui praktek ternyata jauh lebih sulit. Untuk meningkatkan pemahaman kami, ibu Dina – dosen pengampu mata kuliah Psikologi Pendidikan meminta kami untuk membentuk kelompok dan membuat simulasi tentang pedagogi dan andragogi. Kami mencoba menyatukan persepsi dan pemahaman kami dan akhirnya kami membuat simulasi sebagai berikut.
§  Simulasi untuk pedagogi
Setting yang kami ambil adalah pembelajaran di Tk. Edberg, Tia , dan Fitri berperan sebagai murid TK, sementara Rahel berperan menjadi guru mereka. Guru menggunakan metode pedagogi untuk mengajarkan anak-anak bentuk bangun dasar. Ibu guru memperkenalkan beberapa bentuk dan menjelaskan cara membentuknya. Guru juga meminta murid untuk mengikutinya untuk menambah pemahaman siswanya.

§  Simulasi andragogi
Setting yang kami ambil adalah suasana pelatihan ketrampilan menjahit. Edberg , Tia, dan Fitri berperan sebagai peserta pelatihan sementara,Rahel berperan sebagai tutor mereka. Dalam pelatihan ini tutor membiarkan peserta untuk membuat kreatifitas mereka sendiri. Tutor akan membantu mereka ketika mereka merasa perlu dibantu. Mereka lebih aktif untuk mencari inovasi akan karya mereka.

Yang ingin kami gambarkan lewat simulasi ini adalah :
Pada simulasi pedagogi kami menunjukkan bahwa guru lebih aktif dalam menanamkan pengetahuan kepada para siswanya. Guru membuat pembelajaran sekreatif mungkin sehinggan siswa memiliki motivasi untuk belajar dan pembelajaran lebih maksimal. Dalam hal ini keaktifan guru memunculkan motivasi eksternal bagi para peserta didik. Sementara pada simulasi andragogi kami menunjukkan bahwa peserta pelatihan sudah memiliki motivasi internal untuk mengembangkan kemampuannya, mereka dibiarkan untuk membuat kreatifitas  mereka sendiri.  Dalam andragogi bukan lagi guru atau pelatih yang menjelaskan bahwa ilmu ini penting. Keinginan belajar lahir dari peserta didik sendiri.
READ MORE

Kamis, 07 Juni 2012

sepenggal pengetahuan tentang Andragogi


Secara etimologis, andragogi berasal dari bahasa Latin “andros” yang berarti orang dewasa dan “agogos“ yang berarti memimpin atau melayani. Knowles (Sudjana, 2005: 62) mendefinisikan andragogi sebagai seni dan ilmu dalam membantu peserta didik (orang dewasa) untuk belajar (the science and arts of helping adults learn). Dari pengertian ini diketahui bahwa objek dari andragogi adalah orang dewasa.

Mendidik orang dewasa tentu tidak sama dengan mendidik anak-anak. Orang dewasa diharapkan lebih matang secara psikologis dibanding dengan anak-anak. Kunci kesuksesan pendidikan orang dewasa adalah keterlibatan diri. Andragogi adalah metode pembelajaran yang melibatkan orang dewasa dalam pembelajaran.

Andragogi berbeda dengan pedagogi. Perbedaan ini memang terletak pada objeknya, dan objek yang berbeda ini menyebabkan metode yang diterapkan pada pedagogi berbeda dengan andragogi. Jika pedagogi merupakan metode dimana kita mencari cara agar  anak menjadi mengerti, menjadi paham dan pembelajaran maksimal maka andragogi adalah seni yang diterapkan dengan tujuan bagaimana agar seseorang mau terlibat dalam pembelajaran tersebut. Perbedaan lain adalah bahwa pada pedagogi anak menjadi termotivasi karena dorongan eksternal , sementara pada andragogi seseorang diharapkan memiliki motivasi dari dalam diri sendiri

Daftar Pustaka

http://imtaq.com/perbedaan-pedagogi-dan-andragogy/

http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/23/teori-belajar-andragogi-dan-penerapannya/

 

READ MORE

PEDAGOGI



Arti kata pedagogi secara Etimologi

Kata "pedagogi" berasal dari Bahasa Yunani kuno παιδαγωγέω (paidagōgeō; dari παίς país:anak dan άγω ági: membimbing; secara literal berarti "membimbing anak”). Di Yunani kuno, kata παιδαγωγός biasanya diterapkan pada budak yang mengawasi pendidikan anak tuannya. Termasuk di dalamnya mengantarnya ke sekolah (διδασκαλείον) atau tempat latihan (γυμνάσιον), mengasuhnya, dan membawakan perbekalannya (seperti alat musiknya). Setelah mengantarkannya maka anak ditinggalkan di sekolah maksudnya adalah agar anak terbiasa dan menjadi lebih dewasa.
Istilah lainnya yaitu Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Pedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak.

Lebih lanjut tentang pedagogi

            Pedagogi (pedagogy) adalah merupakan seni atau ilmu mengajar bagi anak-anak--the art or science of teaching. Ketika berbicara tentang seni berarti berbicara tentang keindahan, berbicara tentang bagaimana orang dapat merasakan seni tersebut. Demikian pula dengan pedagogi, sebagai seni pedagogi mempertimbangkan bagaimana metode dan cara mengajar yang tepat agar pembelajaran lebih optimal. Pedagogi sangat penting bagi seorang calon guru dan setiap calon guru harus memiliki kemampuan pedagogi karena pedagogi merupakan dasar untuk praktek mendidik anak. Pedagogi juga diperlukan untuk menghindari kesalahan dan kegagalan dalam mendidik anak. Penerapan pedagogi ini juga penting untuk menghantarkan anak ke pendidikan yang lebih dewasa.
Daftar Pustaka:
http://e-smartschool.co.id/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pedagogi

           

READ MORE

Selasa, 05 Juni 2012

Tugas SURVEY



Sehubung dengan adanya tugas untuk melakukan survey dengan menggunakan kwik survey dalam mata kuliah pendidikan, saya membuat survey yang berkaitan dengan motivasi.  Dalam survey ini saya mengambil data dari 50 orang responden. saya memilih topik motivasi karena faktor ini merupakan energi penting bagi seseorang untuk berperilaku. Dalam survey saya saya tidak melihat seberapa besar motivasi seseorang , melainkan saya lebih tertarik untuk mengetahui  seberapa besar faktor intrinsik dan ekstrinsik mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk mengikuti pelajaran. Setelah melakukan survey, saya memperoleh data sebagai berikut :

Question 4
1. Saya selalu berusaha menyukai tugas yang dibebankan terhadap saya
setuju 30 60.00%
netral 20 40.00%
tidak setuju 0 0.00%

Question 5
2. Saya merasa rugi ketika tidak bisa memahami pelajaran dalam perkuliahan
setuju 45 90.00%
netral 5 10.00%
tidak setuju 0 0.00%

Question 6
3. Adanya kuis membuat saya lebih semangat dalam belajar
setuju 29 58.00%
netral 21 42.00%
tidak setuju 0 0.00%

Question 7
4. Saya senang ketika dosen menerima pendapat saya
setuju 42 84.00%
netral 8 16.00%
tidak setuju 0 0.00%

Question 8
5. saya tetap mengikuti perkuliahan dengan serius meskipun teman-teman saya tidak
setuju 19 38.00%
netral 31 62.00%
tidak setuju 0 0.00%

Question 9
6. saya tetap serius belajar meskipun saya tidak menyukai pelajaran itu
setuju 11 22.00%
netral 35 70.00%
tidak setuju 4 8.00%

Question 10
7. keseriusan saya dalam perkuliahan tergantung pada dosen yang mengajar
setuju 23 46.00%
netral 17 34.00%
tidak setuju 10 20.00%
kesimpulan yang dapat saya ambil melalui survey ini adalah setiap mahasiswa memiliki dorongan dari dalam dirinya sendiri dalam menjalani perkuliahannya. Pernyataan pertama dan kedua menunjukkan persentasi 0 % untuk pilihan tidak setuju, hal itu merupakan indikator yang menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki dorongan intrinsik untuk mengikiti perkuliahan. Namun selain faktor intrinsik adapula faktor ekstrinsik yang bisa mempengaruhi motivasi seseorang.  pernyataan saya berikutnya menjadi indikator yang menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal tersebut bisa saja meningkatkan motivasi mahasiswa atau bisa juga malah melemahkan motivasi mahasiswa.

 

Testimoni
Ini merupakan pengalaman awal saya dalam membuat survey. Tugas ini memberikan banyak pelajaran bagi saya apalagi survey pertama saya ini berbentuk survey online. Metode survey seperti ini menurut saya sangat membantu para peneliti dalam melakukan penelitian. Proses penghitungan hasil survey lebih praktis dan cepat. Selain itu akan lebih mudah bagi kita untuk memperoleh responden ketika penelitian kita membutuhkan sampel random. Saya merasa bersyukur telah mengenal metode survey online seperti ini. Pengalaman  membuat tugas survey ini mengajarkan saya 2 hal sekaligus, saya belajar membuat survey dan juga untuk melakukannya secara online. Sungguh ini merupakan pengalaman Luar Biasa ditambah lagi dukungan dari para responden yang luar biasa, saya ucapkan terimakasih kepada para responden saya.
READ MORE

Sabtu, 12 Mei 2012

Blended learning



Hari jumat , 11 Mei 2012  kami mencoba mengikuti perkuliahan menggunakan blended learning. Ini adalah pertama kalinya bagi saya dan pertama kalinya kami lakukan selama kami kuliah.  Saya menikmati perkuliahan ini. Pada awalnya memang terasa sulit , namun dengan beberapa latihan sebelumnya kami jadi lebih menikmati perkuliahan ini. Meski belum berjalan dengan lancar di kelas, namun pembelajaran ini cukup memberi  pengalaman baru yang menyenangkan.  Dalam blended learning , kita dipertemukan di dalam satu room chat, yang menjadi tempat untuk berdiskusi. Namun sepertinya masalah koneksicukup mempengaruhi. Lambatnya koneksi membuat beberapa dari kami harus keluar dari roomchat. Saya berharap lewat pengalaman semalam kami banyak belajar sehingga kedepan penggunaan blended learning dapat berjalan lebih lancar.
Resume hasil diskusi
Blended learning didasarkan pada metode e-learning.  Menurut william Horton , e – learning adalah penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk belajar. Sama seperti pada e-learning  blended learning juga mengikutsertakan teknologi informasi dan komputer dalam belajar. Komputer dan teknologi adalah media utama dalam blended learning.  e-learning adalah metode pembelajaran modern sedangkan blended learning merupakan pencampuran antara modern dan tradisional. Pengertiian ini juga diungkapkan oleh Graham , menurutnya ada 3 definisi yang paling sering digunakan untuk blended learning , yaitu : defenisi yang mengkombinasikanberbagai modalitas media pembelajaran,defenisi yang mengkombinsikan berbagai metode pembelajaran dan defenisi yang mengkombinasikan belajar online dan face to face. Blended learning pada dasarnya adalah metode pembelajaran modern , dimana metode ini telah menggunakan komputer dan teknologi informasi , namun penggunaan blended learning ini memungkinkan kita untuk tetap mampu berinteraksi dengan teman seolah kita ada di dalam sebuah pertemuan di kelas. Menurut saya penggunaan learning ini memberi kita banyak manfaat, belajar dan diskusi dapat tetap dilaksanakan walau mungkin waktu dan kondisi untuk menghadiri kelas tidak memungkinkan. Namun butuh pemahaman lebih lagi dalam penggunaannya sehingga hal-hal seperti  gangguan koneksi dapat lebih diantisipasi.

READ MORE

Kamis, 03 Mei 2012

Children with disabilities



Anak yang mengalami keterbatasan merupakan istilah yang digunakan pada mereka yang mengalami gangguan. Istilah ini sedikit berbeda dengan istilah “disable children” (anak cacat). Istilah children wits disabilities lebih menekankan keberadaan seseorang sebagai anak sementara istilah “disable children “ seperti lebih menekankan pada keadaan anak yang cacat. Anak dengan kebutuhan khusus termasuk pelajar yang tidak biasa. keadaan fisik tentu sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar. Mereka  yang mengalami keterbatasan membutuhkan metode khusus untuk belajar. Adapun beberapa keadaan yang membuat seseorang  mengalami ganguan dalam belajar adalah :
1.       Gangguan indra
Gangguan ini dapat berupa gangguan penglihatan atau juga pendengaran. Pada umumnya seorang anak belajar dengan cara melihat dan mendengar, namun pada anak seperti ini mereka butuh  perlakuan tertentu untuk memahami sesuatu , seperti penggunaan huruf braille misalnya untuk mereka yang mengalami gangguan penglihatan.
2.       Gangguan fisik
Gangguan ini dapat berupa gangguan ortopedik ,seperti cerebral palsy dan gangguan kejang-kejang. Biasanya seorang anak dengan gangguan seperti ini kurang mampu mengontrol kemampuan sensorimotornya , sehinggan biasanya akan mengalami kesulitan dalam menulis.
3.       Retredasi mental
Seseorang yang mengalami retredasi mental adalah mereka yang memiliki tingkat kecerdasan rendah. Retredasi mental memiliki tingkatan mulai dari yang rendah hingga parah, yang dilihat dari nilai – IQ nya. Seseorang yang mengalami retredasi mental biasanya memiliki IQ dibawah 70.
4.       Gangguan bicara dan bahasa
Seseorang dengan gangguan ini biasanya mengalami masalah dalam hal berbicara. Gangguan ini dapat berupa gangguan artikulasi,gangguan suara, gangguan kefasihan dan gangguan bahasa (reseptif dan ekspresif.
5.       Ketidakmampuan belajar
Ketidakmampuan dimana anak punya intelegensi normal atau di atas rata-rata,kesulitan setidaknya dalam satu atau lebih mata pelajaran, dan tidak punya problem(gangguan) yang menyebabkan kesulitan belajar itu.
6.       ADHD(attention deficit hyperactivity disorder
Bentuk ketidakmampuan anak berupa kurang perhatian , hiperaktif dan impulsif. Seorang anak yang menderita ADHD bisa saja mengalami kurang perhatian saja, bisa juga bermasalh hiperaktif atau implusif atau bermasalah dengan ketiga ciri tersebut.
7.       Gangguan perilaku dan emosional
Gangguan yang berkaitan dengan agresi , depresi , ketakutan yang berkaitan dengan persoalan pribadi atau sekolah dan juga berhubungan dengan karakteristik sosio- emosional.

Semua gangguan diatas dapat membatasi kemampuan anak. Namun bukan berarti anak dengan keterbatasan tidak mampu belajar , mereka juga butuh dan perlu pengajaran dan pendidikan.  Yang membuat mereka berbeda dengan anak biasa adalah mereka butuh fasilitas khusus , metode khusus dan kebutuhan itulah yang harus dipahami dan diberikan pengajar terhadap mereka  - child with disabilities.
READ MORE

Selasa, 24 April 2012

Pendidikan dan Teknologi ( Tugas kelompok)


Ajeng Diah A (11024) bersama Cynthia Marilyn Sitompul (11070) dan Rahel Marisa Saragih (11092)




1. Persinggungan teknologi dengan pendidikan
·         Teknologi seperti internet, computer dan peralatan elektronik lainnya sangat membantu dalam proses belajar mengajar, dengan teknologi interaksi anatara guru dan murid dan sebaliknya lebih aktif dan efektif
·         Mengikuti perkembangan jaman, dimana setiap orang diharapkan peka terhadap perkembangan teknologi
·         Mempersiapkan peserta didik untuk dapat terjun ke dunia kerja dan peserta didik mampu berkompetisi dalam dunia kerja yang akan mereka hadapi dimasa datang.

2. Berdasarkan pengalaman kami, Internet mulai dipergunakan dalam pembelajaran sejak SMA.
§  Penggunaannya bermanfaat dalam membantu menambah wawasan sesuai dengan yang kami ketahui beberapa sekolah telah memulai penggunaan internet atau computer sejak SD,  tetapi sebagian besar mulai menggunakan internet atau teknologi di SMP.
§  Penggunaannya pun belum terlalu aktif di kelas, hanya sekedar menggunakan computer atau internet. Pendidikan di Medan mungkin sudah menggunakan computer dan internet namun dalam hal ini pendidikan belum berpusat pada penggunaan teknologi tersebut.

3. Ubiquitos computing adalah distribusi computer ke lingkungan , dimana seluruh lingkungan telah mampu untuk mengakses internet dan infomasi tanpa harus menggunakan computer tetapi dapat mengaksesnya dengan alat yang lebih mudah dibawa kemana-mana seperti tablet, smartphone dan lain sebagainya.
Kami setuju dengan pengguanaan ubiquitos computing ini karena lebih simple mudah dibawa kemana-mana dan dengan kemudahan itu kita bisa mengakses informasi dimanapun kita berada. Dengan sistem ini juga tentu penggunaan internet di dunia pendidikan akan lebih terbantu atas kemudahan dan kemurahan untuk mengaksesnya

Persentasi dan Tanggapan 

Ubiquitous computing
1.       Oleh kelompok  Clara , Desima dan Lisdiana
Ubiquitous computing sebuah program dimana internet lebih bersosialisasi ke lingkungan .

Tanggapan :
ü  Oleh kel. Resi : bagaimana contoh  penggunaan Ubiquitous computing di dunia pendidikan  ( oleh presenter ditanggapi : contoh penggunaannya kuliah  online , dimana proses belajar tetap berlangsung walau dosen tidak hadir dalam kelas)
ü  Oleh kel. Thaya : ubiquitous computing adalah program dimana kita seperti menemukan internet dimana – mana.
ü  Oleh kel.Roni : ada  3 era perkomputeran yaitu  1 for many , pc, dan ubiquitous computing yaitu 1 person many computer .

2.       Oleh kelompok  Edwin , Anisa , Angela , Mentari
Ubiquitous computing adalah suatu program dimana internet menyebar di lingkungan , masa sekarang ini adalah masa transisi dari PC menjadi Ubiquitous  computing.

Tanggapan :
ü  Kel .Liandra : apa dampak positif dan negatif ubiquitous computing di dunia pendidikan ( oleh presenter ditanggapi : adanya pemakaian yang berlebihan seperti penggunaan internet saat ujian )
ü  Kel.k’Husna : apakah benar sekarang ini masih era transisi menuju ubiquitous computing  atau sudah  memasuki era ubiquitous computing ?( oleh presenter ditanggapi : belum semua orang dekat dengan Smartphone , tablet , ipad , dsb  jadi belum bisa dinyatakan sudah memasuki era ubiquitous computing)
Menurut Ibu Dina  , di Indonesia ubiquitous computing masih dalam era transisi . Di beberapa negara  mungkin penggunaan ubiquitous sudah familiar . Namun Indonesia sendiri belum. 

Standard Melek teknologi di Medan Khususnya 

Oleh kelompok Rifany , Mianty, Gustina ,Eldaa
Penggunaan internet dalam dunia pendidikan  khususnya di Medan sekarang ini sudah diadakan di sekolah bahkan sejak TK. Seorang anak SD justru ditugasi PR yang mengharuskan dia menggunakan internet . Tanggapan :

ü  Kel. Ajeng : apakah sudah semua sekolah menggunakan  internet itu, sementara seperti beberapa sekolah di pedesaan dan menurut pengalaman Ajeng belum semua menggunakannya ? beberapa menggunakannya namun hanya sekedar(tanggapan presenter : Indonesia mengalami keterlambatan di beberapa daerah )
ü  Kel. K’Husna : apakah benar dunia pendidikan di medan sudah melek teknologi? (tanggapan presenter sudah , karena saat ini di beberapa TK  dan SD sudah diberi pendidikan Teknologi dan Informasi )
Penjelasan Ibu Dina
Melek teknologi berati memiliki kemampuan memfilter apa yang seharusnya dipelajari dan digunakan dan  yang mana yang seharusnya tidak dipelajari  .


READ MORE